Langsung ke konten utama

AI DAN DKV, ANCAMAN ATAU TEMAN?

Ilustrasi Pengerjaan Tugas DKV - Sumber Google

Kita semua pasti sudah sering mendengar kalimat seperti "AI cocok digunakan untuk membantu segala macam tugas", bahkan kebanyakan mahasiswa di Indonesia tidak bisa lepas dari AI dalam mengerjakan tugas. TAPI, apakah bisa AI digunakan untuk membantu anak DKV dalam mengerjakan tugasnya atau bahkan sebuah ancaman yang dapat menggantikan DKV?      

                                                                             

Apa itu DKV❓

Dilansir dari (UMNadmin 2023), DKV adalah studi yang fokus pada pengembangan keterampilan dalam merancang komunikasi visual yang efektif dan menarik. DKV sangat bergantung pada teknologi untuk membantunya mendesain grafis, ilustrasi, fotografis, dan lain-lain.


FunFact tentang DKV💡:

  1. Sangat identik dengan penggabungan seni dan teknologi, sehingga untuk memaksimalkan sebuah visual, seseorang harus mendalami pemahaman teknologi serta seni modern maupun tradisional.
  2. Tidak harus mahir dalam menggambar❗ Eits, jangan salah paham dulu, DKV memang tidak memerlukan seseorang dengan skill menggambar tingkat tinggi, namun dapat menggambar tetap merupakan poin tambahan yang penting bagi anak DKV.
  3. Salah satu jurusan yang sangat kreatif, meningat seni dalam pandangan setiap orang berbeda nilainya membuat DKV menjadi salah satu jurusan yang kreativitasnya melebihi batas, sehingga menjadi kemungkinan dalam mematahkan teori yang mengatakan bahwa "AI dapat menggantikan seseorang dalam mendesain." 


📌Mari membahas topik utama, Apakah AI merupakan ancaman dalam jurusan DKV?

Dilansir dari (Kumparan.com 2025), meski AI dapat secara otomatis membuat gambar atau menganalisis tren visual, nyatanya AI memiliki kekurangan penting dalam ilmu DKV yaitu empati dan intuisi, AI tidak dapat berpikir secara emosi, sehingga membuat gambar yang dihasilkan tidak terlalu relevan terkadang bahkan terlalu "Robotik", intuisi manusia kuat dalam mendesain sesuatu yang menurutnya cocok untuk suatu situasi, sedangkan AI tidak memiliki intuisi tersebut.

Walaupun begitu, desain manusia tidak memiliki keseimbangan dan gradasi yang cocok, sehingga memerlukan bantuan teknologi untuk terus berinovasi. Mari ubah persepsi kita, kenapa tidak kita tidak lagi menganggap AI ancaman melainkan teman, AI seperti DALL·E, Midjourney, atau Runway mampu menghasilkan visual dalam hitungan detik, memberi inspirasi awal bagi desainer untuk bereksplorasi lebih jauh


Dampak Positif AI untuk Mahasiswa Jurusan DKV
  • Ide yang dihasilkan instan, dengan bantuan AI puluhan hingga ratusan gambar dapat diproses dalam hitungan detik hingga menit.
  • Insight yang lengkap, dengan AI kita dapat melakukan A/B testing visual yang cocok hingga referensi yang bagus.
  • Otomotisasi, dengan AI pekerjaan ringan seperti remove background, visual warna, gradasi dapat dilakukan secara otomatis.
  • Era motion dan 3D, dengan AI perkembangan motion dan 3D semakin meningkat, dimana sudah marak produksi film 3D.

Dampak Negatif AI untuk Mahasiswa Jurusan DKV
  • Gaya visual yang selalu sama, penggambaran visual dengan AI memiliki kesan yang mirip walaupun kita sudah memaksimalkan promptnya.
  • Plagiarisme & integritas, AI mengambil referensi dari ribuan gambar yang tersebar di internet, sehingga sering terjadi plagiarisme.
  • Isu etika dan legal, undang-undang yang mengatur tentang AI masih memiliki celah yang memudahkan kecurangan etika dan moral.

Etika Plagiarisme dalam menggunakan AI dalam DKV
  • Transparansi: selalu mencantumkan sumber referensi maupun hasil gambar
  • Perlindungan karya: menggunakan watermark untuk melindungi karya seni
  • Pertimbangan sosial: menghindari penggunaan gambar yang sensitif di masyarakat
  • Memiliki lisensi

Regulasi yang Mengatur AI

Walaupun AI memiliki kegunaan yang luar biasa, kita tetap harus menggunakannya dengan bijak dan tanggung jawab dengan mementingkan moralitas dan etika ketika menggunakan karya AI sebagai referensi. Negara-negara besar seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat sudah mulai membahas aturan transparansi sumber data AI, sementara begitu, Indonesia masih belum memiliki aturan yang jelas mengenai etika menggunakan AI.



Sumber:
  • https://kumparan.com/fahrii-12/dkv-dan-ai-ancaman-atau-alat-252GmBY8K3N/full
  • https://www.umn.ac.id/fun-fact-jurusan-dkv-menggali-kreativitas-tanpa-batas-dalam-desain-visual/
  • https://dkis.cirebonkota.go.id/artikel/jangan-asal-pakai-gambar-ai-ini-etika-dan-aturan-hak-cipta-yang-harus-kamu-tahu#:~:text=Jika%20gambar%20AI%20sangat%20mirip%20dengan%20karya%20asli%20seniman%2C%20hal,pelatihan%2C%20tanpa%20kompensasi%20maupun%20pengakuan.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...