Langsung ke konten utama

AI DAN PROFESI GURU, TEMAN ATAU LAWAN?

Ilustrasi Guru dan AI - Sumber Pinterest
Guru merupakan salah satu profesi berjasa yang sudah kita kenal dari kecil, dapat dikatakan bahwa guru merupakan orang tua kedua kita yang menjaga dan mendidik kita di sekolah. Pada tahun 2020, terjadi pandemi yang mengubah sistem pendidikan secara keseluruhan, belajar daring adalah titik putarannya. Artificial Intelligence (AI) merupakan mesin pintar yang beroperasi untuk menjawab pertanyaan kita dari database mereka dan mesin pembelajaran yang disebut teknologi Generatif AI dan Machine Learning. AI dikenal dapat menjadi mentor atau guru kita yang siap menjawab seluruh pertanyaan kita dalam hitungan detik.

Memang betul seorang guru akan kalah jika beradu kecepatan dan ketepatan dalam menjawab, namun profesi guru tidak akan tergantikan semudah itu dengan AI. Dilansir dari Sekretariat GTK guru bukan hanya profesi yang mengajarkan murid tentang pelajaran, tetapi juga membentuk dan membangun karakter siswa agar tumbuh mengenal etika dan moral. Hal ini didukung dengan hasil laporan dari Future of Jobs Report 2023 yang mengatakan bahwa pertumbuhan lapangan kerja pendidikan akan bertumbuh sebesar 10% di tahun 2027.


Alasan AI tidak dapat menggantikan peran guru

  • Mengajarkan cara berpikir kritis
Agar murid dapat bertumbuh dengan baik, guru dapat mengajarkan cara murid berpikir kritis dalam menganalisis dan mengevaluasi informasi, melibatkan diskusi dua arah menghubungkan tindakan interaksi yang aktif serta melatih komunikasi.

  • Membangun hubungan dan interaksi dengan murid
Teknologi AI tidak dapat merasakan hubungan secara emosional, sehingga jika seorang anak dibimbing oleh AI dari kecil, maka dia akan mengalami keterlambatan komunikasi dan perkembangan otak.

  • Berperan sebagai motivator
Pernakah kamu mendengarkan cerita guru yang bagaikan seorang pahlawan yang hobi mencari ilmu? Terkadang kita melupakan hal yang paling penting dalam pendidikan adalah membangun karakter kita sebagai makhluk hidup yang normal adalah melalui seorang guru.

  • Menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif
AI tidak akan pernah menggantikan sosok guru yang menjadi inspirasi semua murid dalam menciptakan lingkungan yang positif, serta menjalin hubungan yang baik dengan murid dan keluarganya. Sebagai sosok yang menyelamatkan fisik dan emosional murid.

  • Memberi feedback kepada murid
Feedback yang dapat diberikan guru bukan hanya feedback tentang pelajaran, tetapi kebiasaan dan kekurangan dari murid, bisa seperti saran pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih baik kedepannya.

  • Mengenali kebutuhan dasar murid
Guru selalu menyadari saat murid berperilaku aneh seperti sakit, kelaparan, sulit mengerjakan tugas, terkucilkan, dan sosok guru hadir untuk membantu mereka.



Sumber:
  • https://gtk.dikdasmen.go.id/read-news/peran-guru-tak-akan-digantikan-oleh-ai
  • https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7391729/ini-pekerjaan-yang-tidak-bisa-digantikan-ai-termasuk-guru


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...