Langsung ke konten utama

AI SEBAGAI ASISTEN BELAJAR MAHASISWA, APAKAH EFEKTIF?

Ilustrasi AI - Sumber Pinterest

AI sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai mahasiswa, bayangkan kamu sedang duduk memikirkan ulangan yang akan dilaksanakan besok, tetapi kamu ingat dosen pernah memberi sebuah kisi-kisi panjang berisi 120 halaman tentang marketing. Di depan laptop, kamu mulai membuka AI yang kamu tahu, menulis prompt dan dalam hitungan menit, AI meringkas seluruh kisi-kisi menjadi rangkuman yang hanya berisi 10 halaman poin penting, didukung dengan contoh penerapan di kehidupan nyata dan dengan pembahasaan yang mudah dipahami. 

Lalu kamu berpikir pada diri sendiri, jika AI semudah ini membuat saya paham, bukankah AI adalah inovasi di bidang pendidikan yang paling bagus? Jawabannya Ya dan Tidak. Simpelnya, AI dapat berperan sebagai asisten belajar yang meringkas materi untukmu dan kamu dapat berdiskusi lebih lanjut tentang materi yang kamu kira belum paham kepadanya. Namun, semua dibatasi oleh jendela konteks


Konsep Jendela Konteks Dalam AI

Ilustrasi Jendela Konteks - Sumber IBM.com

Jendela konteks berasal dari Model Bahasa Besar (LLM) yang diartikan jumlah teks dalam token atau kredit, yang dapat diingat oleh model AI dalam suatu percakapan. Jendela konteks yang lebih besar memungkinkan model AI untuk memproses input yang lebih lama dan memasukkan jumlah informasi yang lebih besar ke dalam setiap jawaban, sehingga jika sudah melebihi batas token maka jawaban tidak lagi relevan. Perkiraan token yang dimiliki AI adalah 150ribu hingga 200ribu kata.

Jendela konteks LLM adalah memori dari model AI atau lebih simpelnya otak mereka. Inti kerangka berpikir untuk melanjutnya percakapan yang lama dilakukan tanpa lupa detail dari awal percakapan, sekaligus juga menentukan ukuran maksimum dokumen atau sampel kode yang dapat diproses sekaligus. Semakin bagus jendela kontesk suatu AI, maka akurasi jawaban akan meningkat mengurangi resiko ketidak relevan jawaban, juga meningkatkan kemampuan untuk menganalisis urutan data yang panjang.


Hubungan Jendela Konteks Dengan Pembelajaran Mahasiswa

Kita yang menggunakan AI sebagai asisten belajar seringkali tidak bisa mengetahui apakah token sudah mencapai batas atau belum, sehingga kita tidak menyadari bahwa beberapa jawaban sudah mulai memiliki halusinasi atau karangan dari AI, itulah mengapa beberapa siswa jika sedang mengerjakan tugas dari dosen untuk membuat puluhan halaman laporan seringkali tidak relevan antara bagian awal dan bagian akhir.

Bayangkan, kamu sudah meringkas rangkumanmu, dan ingin menanyakan pertanyaan kepada asisten AI, jawaban demi jawaban diberi kepadamu, tanpa kamu sadari jawaban sudah tidak lagi relevan, dan itu akan berdampak besar pada pemahamanmu kedepannya, ketika AI sudah mencapai batas token, ia mampu memberi sumber yang tidak valid atau yang biasa disebut halusinasi AI.


Tindakan untuk menghindari halusinasi AI
  • Memberi informasi yang tepat, prompt yang lengkap dan jelas akan memberikan AI untuk berpikir lebih jernih.
  • Batasi kemungkinan kesalahan prompt, jangan membuat prompt yang tidak relevan dengan topik, sehingga akan membingungkan AI.
  • Sertakan sumber data, suruh AI untuk memberimu asal-usul jawaban yang diberinya.
  • Tetapkan peran, berikan prompt kepada AI untuk mengetahui perannya, misalnya "anggaplah kamu adalah dosen." hal ini bertujuan agar jawaban yang diberi relevan.
  • Beritahu AI apa yang tidak diinginkan, jika ada informasi yang tidak diinginkan harus ditulis di prompt, misalnya "jangan ditulis sebagai paragraf."
  • Periksa fakta topik, kamu harus memeriksa validitas dari topik di sumber lain

Manfaat AI Sebagai Asisten Belajar Mahasiswa
  • Jalur pembelajaran yang lebih terpersonalisasi, hal ini diakibatkan interaksi 2 arah antara mahasiswa dan AI
  • Feedback dan dukungan instan, feedback yang diberi real-time dan instan setelah kamu memberi prompt
  • Pembelajaran jadi lebih efektif dan efisien, AI dapat memberi jawaban yang hanya terpacu pada intinya saja

Pada akhirnya, mahasiswa tetap harus melakukan tindakan mencegah halusinasi AI dan memastikan validitas dari informasi, agar pembelajaran berjalan lebih efektif dan efisien.


Sumber:
  • https://www.ibm.com/id-id/think/topics/context-window
  • https://surferseo.com/blog/ai-hallucination/
  • https://www.umn.ac.id/bagaimana-ai-membantu-mahasiswa-belajar-lebih-efektif/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...