Langsung ke konten utama

CV PINTAR DI ERA AI, APAKAH EFEKTIF DAN EFISIEN?

Ilustrasi AI - Sumber Pinterest
Era pintar sudah banyak mengubah model bisnis dan dunia kerja, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia yang dilakukan secara otomatis, analisa tren sumber daya, hingga ATS sebuah software canggih untuk mengelola rekrutmen dari awal proses hingga akhir. Pernakah kamu ingin melangkah ke fase kerja pertama atau magang impian, lalu kamu kirim CV ke 10–15 perusahaan startup, namun beberapa hari kemudian tetap tidak ada balasan. Setelah kamu telusuri ternyata perusahaan startup sudah menggunakan sistem otomatis yaitu Applicant Tracking System (ATS) berbasis AI untuk menyaring ribuan pelamar. CV yang tidak memenuhi persyaratan atau tidak menarik untuk algoritma tidak dapat diterima oleh sistem dan tidak dapat dibaca oleh HR.

Teruntuk mahasiswa dan pekerja muda yang ingin bersaing di era digital, tantangannya bukan hanya membuat CV yang bagus dilihat oleh HRD, tetapi juga CV yang dapat diterima oleh AI dan otomatisasi rekruitmen seperti ATS. Agar bukan jadi korban filter algoritma, melainkan menjadi pilihan algoritma.


Pengertian ATS

ATS merupakan aplikasi software berbasis AI yang dapat mengelola proses rekrutmen dari awal hingga akhir. ATS akan mengumpulkan seluruh rekrutmen, dan screening untuk melihat calon kandidat yang lolos kriteria dan minimum persyaratan. Salah satu keunggulan menggunakan ATS bagi para HR adalah mereka dapat melakukan kolaborasi untuk rekrutmen.


Fungsi ATS

  • Pengumpulan CV dan lamaran dari berbagai platform lamaran pekerjaan
  • Screening otomatis, ATS akan mencari kata kunci untuk posisi lamaran yang dibutuhkan
  • Manajemen database kandidat, ATS dapat dijadikan database penyimpanan data kandidat
  • Kolaborasi tim rekrutmen, bukan hanya HR, namun manajer juga dapat melihat kandidat
  • Jadwal interview yang terotomatis
  • Laporan dan statistik kandidat, ATS dapat menganalisis proses rekrutmen supaya maksimal
  • Integrasi dengan posisi lamaran yang dibutuhkan

Manfaat ATS dalam dunia kerja

HRD dan manajer tidak perlu lagi untuk mencari satu per satu dari setiap platform untuk mendapatkan calon kandidat yang memenuhi kriteria, sekarang ATS akan membantu untuk mencarikan kandidat sesuai kriteria secara otomatis dari berbagai platform sehingga mempercepat dan mempermudah proses rekrutmen. Selain cepat, penggunaan ATS akan menghasilkan kandidat yang unggul, karena para HR dan manajer hanya berfokus pada kriteria khusus yang diinginkan, biarkan penyaringan diserahkan kepada ATS.

Selain untuk HR, kandidat juga merasakan manfaatnya mulai dari perputaran CV yang cepat dan tidak perlu menunggu lama, dan jika kandidat dapat memanfaatkan ATS friendly dengan baik, maka peluang diterima akan semakin tinggi. Selain itu, ATS juga dapat dijadikan wadah penyimpanan data kandidat, yang sewaktu-waktu jika dibutuhkan perusahaan, maka perusahaan akan mudah untuk mencarinya.


Bagaimana cara membuat CV yang ATS friendly

Calon kandidat tidak perlu membuat CV yang berfokus pada visual, melainkan sebaliknya fokus pada penonjolan skill dan pengalaman serta data diri yang lengkap. Oleh sebab itu, sistem ATS akan dapat mendeteksi kata kunci yang tepat. Calon kandidat harus fokus pada perusahaan dan posisi yang dilamar untuk memilih kata kunci yang tepat. 

Tinggal di era serba AI, sangat penting untuk mengetes apakah CVmu sudah ATS friendly atau belum, gunakanlah AI seperti Rezi AI, kickresume, Resum AI, dan lain-lain untuk melihat tingkat CV ATS.



Sumber:
  • https://www.talenta.co/blog/applicant-tracking-system/
  • https://sevima.com/mau-tahu-cara-lolos-buat-cv-ats-friendly-ini-dia-panduan-dan-contohnya/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...