Langsung ke konten utama

PENGGUNAAN AI UNTUK MENGATUR WORK LIFE BALANCE YANG SEHAT

Ilustrasi WorkLifeBalance - Sumber Pinterest

Pernakah kamu berpikir untuk mengecek waktu screen time penggunaan handphone dan setelah kamu cek hasilnya.... sangat parah, melebihi 12 jam per harinya. Lalu kamu berpikir bangun tidur harus memantau email kerja, siang harus mengerjakan tugas deadline, sore hingga malam bermain hp untuk hiburan. Belum lagi pekerjaan yang harus dikerjakan dengan hitungan extended work dan mengharuskan kamu untuk bergadang, keesokannya kamu merasa tidak produktif namun tetap harus menjalankan hari yang sama berturut-turut selama berbulan-bulan.

Ketika kita tinggal di era yang serba teknologi, kita semua harus siap untuk menghadapi hidup bersampingan dengan hp, namun ketergantungan dan kecanduan merupakan salah satu dampak negatif yang menyebabkan berbagai efek samping. Menurut Alodokter yang menjelaskan bahwa efek samping dapat berupa penurunan produktivitas otak, lebih mudah lelah, hingga penyakit mata.

Tapi bagaimana jika kita memanfaatkan fitur teknologi itu sendiri untuk membatasi kebiasaan buruk kita. Oleh sebab itu, AI muncul dan hadir untuk membantu membuat kehidupan lebih produktif, namun perlu diinget bahwa hasil yang diterima setiap orang berbeda tergantung kegigihannya.


The principle to use AI

  • Awareness 
Mengenal kebiasaanmu dan jadwal kehidupanmu dengan AI, supaya AI dapat menganalisis perhitungan terbaik untuk mengatur kebiasaan buruk tanpa merusak jadwal kerja dan produktifmu.

  • Intervention 
Memberitahu AI untuk membuat jadwal yang paling optimal dan apa yang harus dilakukan untuk membatasi kebiasaan burukmu dan mengubahnya menjadi hal yang lebih produktif.

  • Replacement 
Meminta AI untuk memberikan solusi untuk mencari hobi baru yang lebih sehat, kamu juga bisa meminta AI untuk merekomendasikan hobi yang menghasilkan uang.

  • Tracking 
Meminta AI untuk menganalisis tingkat perubahan yang sedang kamu alami.


Rekomendasi AI yang mendukung jadwal sehat
  • Finch - Mental health 
Finch merupakan aplikasi cerdas yang membantu kamu untuk mengubah diri menjadi lebih produktif dengan tipe petualangan, hal ini untuk meningkatkan rasa semangat dan konsistensi, Finch juga hadir sebagai penjaga suasana hati agar kamu merasa lebih tenang dan tidak depresi.

Ilustrasi Finch - Sumber TheSpectrum


  • Headspace - Mental health
Headspace merupakan aplikasi cerdas yang lebih terpersonalisasi karena akan menanyakan gejala dan suasana kamu sekarang, lalu mengambil langkah optimal untuk memberimu rekomendasi perubahan atau tindakan yang harus kamu lakukan.

Ilustrasi Headspace - Sumber Instagram


Manfaat work life balance
Beberapa studi mengatakan bahwa work life balance yang baik dan teratur dapat membuat kita terhindar dari stres, meningkatkan komunikasi dan semangat untuk meluaskan jaringan/kenalan, bekerja lebih produkif, susana hati lebih senang, dan peluang sukses lebih tinggi. Sudahkah kamu work life balance?



Sumber:
  • http://talenta.co/blog/pentingnya-work-life-balance-sebagai-salah-satu-benefit-karyawan/#:~:text=Sehingga%2C%20dampak%20dari%20work%20life%20balance%20ini,kerja%20Anda%2C%20tetapi%20juga%20hubungan%20pribadi%20Anda.
  • https://www.alodokter.com/kecanduan-gadget#:~:text=Komplikasi%20Kecanduan%20Gadget,sambil%20beraktivitas%2C%20berjalan%2C%20atau%20berkendara


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...