Dilansir dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam salah satu unggahannya di sosial media mengatakan bahwa "Mesin pintar tanpa manusia hanya mesin tanpa arah, walaupun beberapa proses sudah dapat dikerjakan oleh AI." "Justru sebaliknya AI seperti bestie kita sendiri." Lanjutnya.
Menurut prediksi tahun 2023 (detik.com) mengatakan terdapat prediksi peningkatan 30% jumlah profesi pertanian, hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi pertanian seperti drone, dan teknologi prediksi iklim dan curah hujan meningkatkan lebih banyak lagi profesi pertanian.
Apa itu generatif AI?
Generatif AI adalah jenis kecerdasan buatan yang menggunakan model pembelajaran seperti teks, video, dan analisis, sehingga akan terus bertumbuh dalam jangka waktu panjang. Apakah itu sebuah ancaman bagi profesi pertanian? Justru tidak untuk sekarang, karena ilmu bertani itu tidak dapat diakalkan menggunakan analisis saja tetapi butuh intuisi yang tepat, dengan puluhan hingga ratusan metode untuk menanam, bercocok tanam membuat AI tidak dapat mengerjakannya.
Penulis "Rule of the Robots: How Aritificial Intelligence Will Transform Everything" Martin Ford mengatakan kepada BBC bahwa "Dalam banyak kasus, pekerjaan yang dapat tergantikan justru merupakan pekerjaan yang memerlukan perguruan tinggi, coba bayangkan seseorang yang bekerja membersihkan kamar hotel, sulit untuk AI menggantikannya."
Walaupun begitu, banyak petani sudah sangat terbantu oleh teknologi AI dalam pekerjaan pertanian mereka, mereka juga merasa teknologi untuk memprediksi cuaca sangatlah berguna karena mereka jadi tahu kapan waktu terbaik untuk menanam.
Berikut beberapa penerapan AI dalam pertanian
- Drone
- Sensor tanah
- Combine harvester
- Rice transplanter
- Smart irrigation system
- https://www.facebook.com/kementanRI/videos/teknologi-makin-canggih-banyak-kerjaan-yang-akhirnya-bisa-digantikan-ai-tapi-sec/665351136589244/
- https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7391729/ini-pekerjaan-yang-tidak-bisa-digantikan-ai-termasuk-guru
Komentar
Posting Komentar