Langsung ke konten utama

PROMPT KE PROFIT, KELEBIHAN AI UNTUK FREELANCER

Ilustrasi Monetisasi - Sumber EarnSmartHub

Bayangkan kamu memiliki kekuatan atau keajaiban untuk dapat mengubah ide yang ada di pikiranmu menjadi desain mockup hanya dalam hitungan menit, atau kamu dapat membuat puluhan ide headline untuk kampanye marketing hanya dalam hitungan detik, kamu juga dapat membuat wireframe dan desain visual tanpa harus membuatnya secara manual di Figma. Apa yang bakal kamu lakukan jika kamu mempunyai kekuatan ini?

Di era sekarang kekuatan tersebut bukan lagi sebuah keajaiban, dimana orang-orang hanya perlu menulis ide mereka dalam bentuk sebuah prompt dan AI akan langsung membuatnya sesuai arahan, inilah yang disebut Prompt Engineering. Kita sudah hidup di era dimana jangan takjub akan kekuatan itu, namun belajar untuk mengasah skill promptmu agar menghasilkan karya yang lebih maksimal.

Prompt seperti "buatkan logo untuk brand kopi" sudah tidak lagi dipakai karena hasil yang diproses oleh AI sudah mencangkup ratusan ribu sehingga tidak lagi unik, cobalah menggunakan "Buatkan desain logo minimalis untuk brand Kopi Nalar yang desain harus dapat menargetkan generasi anak muda yang sedang mengerjakan tugas, buatkan style yang warm, dengan perpaduan warna kuning dan sedikit kehitaman." Maka hasil yang diproses oleh AI akan berbeda dan lebih maksimal. Itulah yang perlu kamu pelajari dan ubah menjadi ladang untung.

Cara membuat The Perfect Prompt

1. Tentukan AI pilihan yang cocok dengan promptmu

Jika kamu ingin mengerjakan tugas copywriting yang panjang maka pilihanmu adalah Claude AI, jika kamu ingin pengerjaan yang simpel, dengan piihan kosakata yang tepat maka gunakanlah ChatGPT, jika kamu ingin mengubah text-to-visual maka gunakanlah Dreaming AI.


2. Jelaskan apa posisi anda, dan siapa klienmu

AI akan memaksimalkan hasil sesuai dengan kriteria posisi dan usia, misalnya klien saya adalah seorang profesionalis, sehingga AI akan menghasilkan desain yang cocok untuk profesionalis.


3.  Apa yang perlu dikerjakan, dan apa output yang diinginkan

Tulislah prompt tentang pekerjaan apa yang perlu dilakukan dan apa outputnya, sebagai contoh "Buatkan saya copywriting yang gaya penulisan cocok untuk profesionalis mengenai tema bisnis di bidang pendidikan, buatkan dalam poin-poin."


4. Jelaskan batasannya

Agar hasil lebih maksimal dan terarah, buatkan batasannya, misalnya tidak lebih dari 5000 kata, atau hanya 5 paragraf.


5. Gaya visual

Jika tugas yang dikerjakan lebih ke arah mementingkan visual, maka menetapkan gaya visual sangatlah penting, seperti kecerahan, gradasi, dll.


Contoh pekerjaan yang dapat menghasilkan untung
  • Menggunakan prompt untuk menghasilkan content writing
Penulisan seperti copywriting, caption writer, quotes, hingga blogs merupakan contoh monetisasi yang bagus dalam menggunakan prompt.

  • Manajemen sosial media
Manajemen sosial media adalah jasa prompt yang dapat menganalisis tren pengguna yang pernah mengunjungi situsmu.

  • Video and visual editing servis
Jasa membuat video dan visual merupakan salah satu jasa yang sering dibutuhkan oleh orang-orang, dan penggunaan prompt untuk menghasilkannya dalam hitungan menit merupakan ide yang bagus.

  • AI voiceover
Kebanyakan animasi memerlukan dubbing, namun untuk sekali dubbing memerlukan biaya yang cukup mahal, oleh sebab itu, prompt AI dapat membantu kamu dalam menghasilkan untung dengan voiceover.



Sumber:
  • https://earnsmarthub.com/how-to-make-money-with-ai/





Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...