Ilustrasi skripsi dengan AI - Sumber Pinterest
Fase skripsi merupakan tugas akhir bagi para mahasiswa sebagai syarat penentu kelulusan mereka, biasanya mahasiswa akan diberi waktu 1 semester untuk menyelesaikannya, dengan minimum persyaratan dan kualifikasi yang rumit mulai dari etika penulisan, pengutipan, dan penelitian membuat mahasiswa memerlukan waktu dan menguras tenaga dalam melakukan riset mereka, seringkali riset sudah dilakukan namun sayangnya hasil terkadang tidak tepat dan tidak memuaskan bagi para dosen pembimbing dan penguji.
Di era yang serba AI, kita dapat memanfaatkannya dalam membantu kita dalam mencari dan mengelola sumber data, seringkali mahasiswa masih ragu dalam menggunakan AI untuk penelitian mereka karena takut data yang diberikan tidak valid, namun jika digunakan dengan baik sebenarnya ide dari AI dapat menjadi referensi nilai tambahan bagi mahasiswa. Hal ini juga didukung oleh (Stekom 2025) yang menjelaskan bahwa pendekatan penelitian yang masih menggunakan tradisional akan cenderung lebih tidak diunggulkan dibanding yang menggunakan AI sebagai landasan teori mereka, Stekom menjelaskan penyebab mahasiswa gagal mengerjakan skripsi adalah karena beberapa faktor yaitu
- kurangnya bimbingan dengan dosen
hal ini biasanya disebabkan kesibukan dari dosen pembimbing sehingga tidak ada waktu dan peluang untuk membimbing para mahasiswanya, mahasiswa tanpa pembimbing bagaikan kehilangan arah dalam mengerjakan skripsi. Oleh sebab itu, AI hadir sebagai pengganti dosen sementara yang berfungsi untuk membantu mengarahkan dan membantu riset mahasiswa.
- Kesulitan dalam mengumpulkan data
Bayangkan kamu mengerjakan tanpa bantuan AI, sedang mencari dan berhasil menemukan sebuah jurnal atau sumber lainnya yang cocok untuk memvalidasi penelitianmu, tetapi jurnal tersebut justru tidak dapat diakses atau berbayar, tanggapanmu pasti akan kesal. Oleh sebab itu, AI hadir bagaikan guru yang baik membantu mencarikan jurnal atau sumber lainnya yang serupa dan dalam hitungan detik hingga menit.
- Tekanan psikologis dan stres
Efek samping dari kurangnya bimbingan dari dosen adalah mahasiswa harus memikul seluruh beban kelulusannya di tangannya sendiri. Oleh sebab itu, AI hadir sebagai asisten yang selalu mengingatkan dan membantu dalam penelitianmu, beberapa AI bahkan sudah dapat mengoreksi tulisan yang kurang tepat dan memberi solusi.
Manfaat AI dalam mengembangkan penelitian
Sebagai mahasiswa kita harus memanfaatkan AI sebagai pencari sumber yang memberikan ratusan hingga ribuan sumber yang dapat diakses oleh mahasiswa, tugas mahasiswa untuk membuat skripsi lebih efektif dan efisien adalah memiliki kemampuan untuk menganalisa, mengelola, dan menafsirkan informasi secara rasional dan tepat.
- Membantu menyusun kerangka teori
AI bukan hanya sekedar pencari sumber, namun jika mahasiswa dapat memanfaatkannya dengna baik, AI dapat menjadi mentor yang memberi ide-ide mulai dari yang biasa hingga tidak biasa tergantung mahasiswa ingin dijadikan penelitian, dan AI juga akan membantu membuat teori yang mendukung seperti latar belakang, masalah, dll.
Sebagai mahasiswa akan tidak efektif jika kita membaca ratusan jurnal sekaligus karena ada terlalu banyak informasi yang didapat. Oleh sebab itu, gunakan AI sebagai asisten yang membantu menganalisa data dan memberi jawaban yang valid.
Rekomendasi AI yang dapat membantu penelitian
ChatGPT hadir sebagai asisten cerdas yang dapat mengelola data yang kamu inginkan, menyerdehanakan data, membantu penulisan, hingga menyusunn pertanyaan.
Perplexity AI hadir sebagai mesin pencari sumber jurnal yang menampilkan jurnal asli dan dapat diakses oleh mahasiswa, tentunya sumber yang diberi relevan dengan apa yang mahasiswa suruh.
Elicit AI hadir sebagai asisten cerdas yang membantu anda mencarikan jurnal yang relevan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Claude AI hadir sebagai asisten cerdas yang memberikan dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang mahasiswa tanyakan secara detail dan lengkap.
Grammarly dan Quillbot hadir sebagai mentor yang mendeteksi kesalahan penulisan dan plagiarisme.
Tanggung jawab dan etika penulisan skripsi menggunakan AI
Mahasiswa perlu memanfaatkan AI cukup sebagai mentor yang mengarahkan, mencari ide penelitian, membantu penulisan, dan membantu mencarikan sumber jurnal yang relevan. Namun mahasiswa dilarang untuk bergantung pada AI untuk seluruh kegiatan skripsi karena tidak sesuai moral dan etika serta melanggar regulasi mengenai Plagiarisme.
Mahasiswa harus dapat berpikir kritis dalam menyimpan, mencari, dan mengelola informasi yang didapat dari menggunakan AI, mahasiswa harus transparansi dalam mengerjakannya dengan rutin mengecek plagiarisme menggunakan Turnitin
Sumber:
- https://stekom.ac.id/artikel/mengapa-banyak-mahasiswa-kesulitan-menyelesaikan-skripsi-tepat-waktu
- https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-7586800/panduan-resmi-pakai-ai-generatif-di-kampus-etika-dan-daftar-apps#:~:text=Panduan%20Resmi%20Pakai%20AI%20Generatif%20di%20Kampus:%20Etika%20dan%20Daftar%20Apps
Komentar
Posting Komentar