Langsung ke konten utama

APAKAH KONTEN MASIH ORIGINAL JIKA SEMUA PAKAI TEKNOLOGI AI

Ilustrasi maling - Sumber Pinterest

Pada era teknologi Artificial Intelligence (AI), diperkirakan banyak industri sangat berkembang, ada juga yang tidak dapat bertahan, namun disisi lain perusahaan yang paling berkembang adalah industri kreatif seperti film, video, gambar, 3D, dan masih banyak lainnya. Dilansir dari survei yang diadakan kumparan.com yang menyatakan bahwa 74% masyarakat percaya teknologi AI dapat memperkaya seni dan kreativitas.

Teknologi AI memang terkenal akan kecepatan dalam menghasilkan sebuah konten, bahkan rata-rata kecepatan berpikir dan menghasilkan dapat dilakukan dalam hitungan detik. Teknologi AI menang sudah banyak berkontribusi dalam industri kreatif kita, pengembangan film dan 3D visual tidak akan berkembang sepesat ini tanpa bantuan AI.

Bayangkan saat seorang mahasiswa di industri kreatif menggunakan teknologi AI untuk membuat ilustrasi, poster atau animasi, ia tidak hanya memilih bentuk, warna, komposisi yang dikembangkan dalam suatu prompt atau perintah. Lalu teknologi AI akan menjalankan perintah dan menghasilkan beberapa karya pilihan yang menurutnya relevan. 


Sumber masalah

Apakah teknologi AI saat menghasilkan jawaban tersebut merupakan hasil original dari perintah dan pemikiran mahasiswa atau openAI mencari sumber dari internet dan mengambil sumber yang menurutnya relevan dengan perintah. Hal ini menjadi salah satu perbincangan yang populer hari-hari ini, apakah dengan mudahnya informasi dan pembuatan konten, etika dan tanggung jawab jadi hilang.

Pada akhirnya, masalah menjadi topik yang serius, isu hak cipta pun muncul. Berita lokal mencatat bahwa tren “Ghibli AI” yang mengubah foto menjadi animasi ala karakter populer menimbulkan kekhawatiran tentang pelanggaran hak cipta, singkatnya teknologi AI mampu menyamakan animasi tingkat studio Ghibli dimana orang-orang dapat membuat karya mirip studionya tanpa mengeluarkan tenaga dan biaya sedikitpun.  


Teknologi AI kedepannya

Dari sisi filosofi seni, original selama ini diasosiasikan dengan gagasan, ekspresi unik, dan keaslian pengalaman kreatif. Namun, ketika teknologi AI mampu memproduksi variasi gaya yang tak terbatas dari dataset yang besar, maka unik, bisa jadi hanya sekedar perbedaan prompt bukan perbedaan gagasan mendalam. 

Walaupun begitu, ada potensi positif. Teknologi AI bisa dilihat sebagai amplifier. Seperti dalam industri kreatif Indonesia yang mulai memanfaatkan AI generatif dalam kampanye iklan besar, memperluas jenis medium dan ide yang bisa dieksplorasi. 

Akhirnya, kesimpulan yang bisa ditarik adalah ide original masih bisa ada, namun definisinya bergeser. Tidak lagi hanya “ide murni manusia” tetapi “ide manusia yang memanfaatkan AI secara kreatif dan kritis”. Bagi mahasiswa DKV/desain/komunikasi di Indonesia, bahan refleksi ini sangat relevan. Bukan hanya soal teknologi AI tetapi soal etika kreatif, keaslian budaya, dan nilai manusiawi dalam setiap karya.



Sumber:

  • https://kumparan.com/kumparantech/survei-kumparan-74-masyarakat-ri-yakin-ai-bisa-memperkaya-seni-dan-kreativitas-265YP1Ft0r3/full
  • https://www.ums.ac.id/berita/teropong-jagat/menyelisik-pelanggaran-hak-cipta-di-balik-tren-ghibli-ai

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

APAKAH BELAJAR EFEKTIF BAGI MAHASISWA JIKA AI SUDAH TAHU SEMUA?

Ilustrasi AI Sebagai Pengganti Pikiran Manusia - Sumber Pinterest Perkembangan AI dan Tantangannya bagi Mahasiswa Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika dulu mahasiswa harus mencari informasi melalui buku-buku tebal, melakukan riset manual, atau berdiskusi panjang untuk memahami suatu konsep, kini hampir semua pertanyaan dapat dilemparkan kepada AI dan langsung mendapatkan jawaban secara cepat, lengkap, dan detail. AI modern tidak hanya mampu memberikan penjelasan singkat, tetapi juga dapat menyertakan sumber, catatan pembatasan, bahkan menyusun argumen yang koheren seperti layaknya seorang pakar akademik. AI saat ini telah dibekali kemampuan menyimpan, memproses, dan menyajikan ratusan ribu hingga jutaan informasi dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi generatif memungkinkan AI membuat visual seperti foto, video, desain, hingga animasi yang sebelumnya ...

PADA ERA TEKNOLOGI AI, JAWABAN MUDAH NAMUN PEMAHAMAN SULIT

Ilustrasi Berpikir - Sumber Pinterest Belajar di Era AI: Kemudahan, Tantangan, dan Cara Mahasiswa Mempertahankan Pemahaman Dulu, kegiatan belajar selalu identik dengan proses pencarian informasi yang panjang dan melelahkan. Mahasiswa harus membaca buku berulang-ulang, membuat catatan tangan, berdiskusi, menganalisis, dan mencoba memahami konsep dari berbagai perspektif. Proses ini memakan waktu, tetapi justru di situlah nilai belajar terbentuk—melatih kesabaran, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Namun kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), cara belajar berubah drastis. Banyak hal yang dulu memerlukan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Mahasiswa tinggal mengetik pertanyaan, dan AI langsung memberikan jawaban secara cepat, terstruktur, dan lengkap. Semuanya tampak praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Namun kemudahan ini melahirkan pertanyaan baru: apakah pemahaman justru menjadi lebih sulit di era teknologi? Apakah...

MENGGUNAKAN AI UNTUK PROJEK VISUAL UNTUK BISNIS RETAIL DAN PEMASARAN

Sinergi AI dan manusia Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Desain Visual Retail dan Pemasaran di Era Digital Perkembangan era digital membawa transformasi besar terhadap perilaku masyarakat, terutama konsumen. Paparan visual yang begitu masif di internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat konsumen semakin selektif sekaligus jenuh terhadap standar visual yang monoton. Dalam konteks bisnis retail dan pemasaran, kondisi ini menciptakan dorongan bagi para pelaku usaha untuk mengeksplorasi pendekatan baru agar pesan mereka tetap relevan dan mampu menarik perhatian. Salah satu terobosan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses desain visual. AI tidak lagi dipandang sekadar alat otomatisasi yang menggantikan pekerjaan teknis, tetapi telah berkembang menjadi partner kreatif yang mampu berkolaborasi dengan manusia. Teknologi ini membantu mempercepat proses produksi, memperluas variasi visual,...